Jumat, 07 Februari 2014

왜?

Kami..
Iya, kami, 8 personil kelas X putri di SMAIT Tunas Bangsa.
Kami terdiri dari berbagai karakter yang berbeda, yang sebenarnya tidak mudah untuk disatukan.

Annisa dengan sifatnya yang berenergic, mudah tertawa dan juga mudah tertidur ini memiliki karakter childis. Terkadang ia juga suka menantang, bukan tantangan, tapi menantang peraturan, atau bahasanya adalah ngeyel dari peraturan. Memenuhi nafsu sendiri, lebih membela idola ketimbang aturan agama. Disebalah Annisa ada Asrina yang suka berbicara, dewasa yang membuatku percaya untuk berdiskusi dan berbagi cerita, sanguinis akut, mudah down dalam menghadapi masalah tapi juga mudah untuk bangkit kembali. Kalau ada sesuatu kecil yang membuat ia badmood, badmood itu akan berkepanjangan dan orang lain menjadi sasaran.

Dilain tempat, ada Dini yang masih belum terbaca jelas karakternya. Terkadang saya bingung, ntah apa yang saya bingungkan dari dia. Saya sangat ingin jauh lebih dekat dengannya, Dini. Ada Dini yang pemalu, ada si Salsa yang berenergic seperti Annisa. Saya sendiri bingung untuk mendefinisikan sosok Salsa. Dengan seribu gaya maconya, ada jutaan sifat veminim didalam dirinya. Ia masih merendahkan diri dengan membesarkan kemampuan orang lain dibalik keunggulannya di bidang akademis. saya paling bisa membaca mood Salsa.

Lain lagi dengan Rufaidah, dengan tubuh mungilnya ia adalah salah satu anak yang aktif. Bukan aktif dalam olahraga, tapi organisasi. Keputusan hebat bahwa dia mencalonkan diri menjadi ketua Osis. Ketua Osis pertama SMAIT Nassa. Banyak berbicara, juga dewasa. Bisa menjadi tempat mencari solusi. Hafalan Qur’an terbanyak diantara kami masih belum bisa menghilangkan rasa takutnya terhadap cicak, kadal, ayam, dan semacamnya. Ia adalah sosok yang keras dalam pendirian, serius tapi santai. Dan tingkahnya membuat yang lain ingin tertawa. Ada yang takut ayam, ada juga yang berani dengan ayam, alias pawangnya ayam, yaitu Ziah. Anehnya dia itu takut sama kucing dan ketinggian. Padahal postur badannya paling tinggi. Ziah yang humoris dan ramah menjadikan dirinya mudah diterima oleh orang banyak. Tapi sifat malasnya susah untuk dilawan walaupun ia punya segudang kata-kata motivasi. Lebih banyak menghabiskan waktu bersama Ziah,membuatku jauh mengenalnya lebih dalam. Bahkan tanpa ia bercerita tentang orang yang ia sukai kepada saya, secara perlahan saya bisa menebak dan itu benar, tepat sasaran. Awalnya ia tidak mau ngaku, tapi setelah saya pastikan bahwa Ziah benar-benar suka, ia menyadari dan mengakuinya. Haha! (Ziah! Kau skakmat dengan ku :p hehe..). tapi ia terlalu mudah menyerah untuk apapun yang ia tidak suka.

Lanjut ke taukhtinya Ziah, Windi.. sosok periang, kadang cekatan dengan suara lantang kadang mudah tertidur juga masih childis. Tapi dibalik itu, ia adalah salah satu anak yang mandiri, tapi terkadang ia tidak percaya diri. Padahal kalau saya lihat, sebenarnya ia bisa saja melawan rasa tidak percaya dirinya itu, kalau rasa malasnya dilawan.

Terkadang saya merasa canggung berada didalam kelas. Padahal kami sudah lewat 6 bulan bersama-sama dan sebelumnya belum ada konflik. Mungkin sekarang saya sudah mengenali sifat-sifat asli mereka. Dan beberapa diantaranya tidak cocok dengan diri saya.

Dalam berteman, saya mempunyai sifat perfectionis, bukan dalam bentuk fisik, tapi sifat dalam diri. Kurang suka dengan yang terlalu kekanak-kanakan, tidak suka yang membosankan tapi juga tidak suka dengan orang-orang yang banyak omong alias berisik. Saya suka yang hobinya seperti diri saya, membaca komik dan berpetualang, bukan yang suka menggunakan uang untuk yang tidak bermanfaat. Saya juga senang berteman dengan orang-orang yang humoris, karena bagi saya, dengan tertawa bisa mengurangi masalah. Selain humoris, yang pemikiran dewasa juga membuatku nyaman, karena darinya saya bisa berintropeksi. Saya kurang suka dengan orang yang berkepribadian ganda. Muna,  alias didepan ngomong "YA" padahal dibelakang dia ngomong "TIDAK". Kurang suka dengan orang yang No Komen dan terlalu cuek atau gak mau mikirin. Saya juga tidak suka dengan orang yang caper (cari perhatian), saya akan bersikap cuek dan tidak peduli kalau tahu bahwa yang orang tersebut lakuin hanya untuk mencari perhatian orang lain (ngapain sih caper, capek kali kalo orang yang anda cari perhatiannya malah gak peka. HAHA) =,=

Ah sudahlah, kenapa harus direpotkan dengan itu, kami hanya butuh berbicara bersama-sama. Mencoba memperbaiki diri masing-masing. Toh, 3 tahun bukan waktu yang lama kan? J mata saya mulai redup karena terlalu lelah, ini sudah memasuki akhir pecan dengan sepekan penuh beraktivitas di sekolah. Mencoba intropeksi diri, mungkin kesalahan atau kecanggungan saya berada dalam diri saya sendiri.
Penulis undur diri, memejamkan mata dan tidur.
Selamat malam kawan, semoga kita tean selamanya.
Karena kami adalah teman.
Wassalamualaikum..

(ym)